Tuesday, October 1, 2013

 
 SOAL - SOAL SOSIOLOGI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat !
   
1.     Adanya ketidaksamaan di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang dijumpai dalam kehidupan sosial di masyarakat sering menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Proses ini merupakan . . .
a.    Perubahan kebudayaan
b.    Differensiasi sosial
c.     Peranan sosial
d.   Perubahan sosial
e.     Integrasi sosial
2.    Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah . . .
a.   Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi
b.    Program transmigrasi dari pemerintah
c.     Keberhasilan program Keluarga Berencana
d.    Adanya perpindahan penduduk antardaerah
e.     Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat
3.    Salah satu faktor pendorong perubahan masyarakat yang datang dari dalam masyarakat itu sendiri adalah . . .
a.    Perubahan lingkungan alam
b.    Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
c.   Adanya pertentangan dalam masyarakat
d.    Adanya peperangan
e.     Adanya penjajahan
4.    Contoh dari perubahan cepat dan mendasar adalah . . .
a.    Model pakaian
b.   Revolusi industri
c.     Hukum pewarisan
d.    Undang-undang perkawinan
e.     Pembuatan alat-alat
5.    Faktor penghalang terjadinya suatu perubahan adalah . . .
a.    Masyarakat yang terbuka terhadap hal-hal baru
b.    Masyarakat yang memiliki inovasi tinggi
c.   Adanya kepentingan-kepentingan yang sudah tertanam kuat
d.    Bertambah dan berkurangnya penduduk
e.     Kuatnya hubungan dengan masyarakat sekitarnya
6.    Perubahan yang merupakan lanjutan dari perubahan terdahulu disebut . . .
a.    Perubahan mendasar
b.    Perubahan revolusi
c.     Perubahan struktural
d.    Perubahan menyebar
e.   Perubahan proses
7.    Perubahan yang disebabkan oleh faktor lingkungan alam adalah . . .
a.   Terjadinya banjir
b.    Hujan besar
c.     Terjadinya bedol desa
d.    Hama pertanian
e.     Kebakaran
8.    Cara suatu kebudayaan yang masuk dengan jalan damai disebut . . .
a.    Penetration violence
b.    Penetration culture
c.     Penetration civilization
d.   Penetration pasifique
e.     Difusi culture
9.    Berikut ini faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah . . .
a.    Perkembangan iptek yang lambat
b.    Prasangka terhadap hal-hal yang berbau asing
c.   Kebutuhan yang semakin kompleks
d.    Chauvinisme
e.     Mempertahankan adat dan kebiasaaan
10.  Perubahan yang mendasar meliputi struktur-struktur sosial dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dinamakan . . .
a.    Evolusi sosial
b.    Perubahan progress
c.     Pergeseran tata nilai
d.   Revolusi sosial
e.     Perubahan regress
11.    Yang termasuk evolusi di bidang sosial adalah . . .
a.    Perubahan sistem pertanian ladang ke sistem pertanian irigasi
b.   Penerimaan masyarakat terhadap pola hidup keluarga kecil
c.     Pergantian bentuk pemerintahan dari kerajaan ke republik
d.    Penggunaan mesin traktor untuk membajak tanah
e.     Penggunaan bibit unggul dalam bidang pertanian
12.   Alasan terjadinya perubahan sosial dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat adalah . . .
a.   Rasa tidak puas dengan kondisi yang sedang berlangsung
b.    Kecewa dengan hasil yang telah didapat
c.     Ingin meningkatkan pendapatan perkapita
d.    Kurangnya tenaga ahli dalam pelaksanaan pembangunan
e.     Kurangnya sumberdaya manusia dalam bidang ekonomi
13.  Pergolakan sangat erat kaitannya dengan disintegrasi karena . . .
a.    Disintegrasi berakibat terhadap perubahan
b.   Pergolakan menimbulkan chaos
c.     Pergolakan menimbulkan anomi
d.    Pergolakan cenderung menimbulkan disintegrasi
e.     Pergolakan cenderung mengarah ke konflik
14.  Suatu tindakan dikatakan kriminal jika . . .
a.    Bertentangan dengan norma dan nilai
b.    Tidak sejalan dengan kesepakatan
c.   Bertentangan dengan hukum yang berlaku
d.    Adanya denda yang besar bagi pelaku
e.     Tidak sesuai dengan kehendak pribadi
15.  Tindakan korupsi adaalh tindak kejahatan yang terjadi karena . . .
a.    Pelakunya mempunyai kebiasaan buruk
b.    Adanya kelainan jiwa yang diidap pelaku
c.   Ada kesempatan yang dimiliki pelaku
d.    Pelakunya mempunyai cacat fisik
e.     Pelakunya memiliki kekuasaan
16.  Perbedaan antara aksi protes dengan aksi demonstrasi terletak pada . . .
a.   Jumlah pengikutnya
b.    Waktu yang digunakan
c.     Interaksinya
d.    Latar belakang
e.     Tujuan
17.  Perubahan mode pakaian dikategorikan sebagai perubahan yang pengaruhnya kecil dengan ruang lingkup yang tidak luas karena . . .
a.    Tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat
b.    Selalu menguntungkan pedagang
c.   Hanya diikuti oleh golongan tertentu
d.    Tidak ada hubungannya dengan bidang kebudayaan
e.     Hanya berhubungan dengan kebutuhan sekunder
18.  Penemuan baru yang direncanakan secara matang paling banyak terjadi pada . . .
a.    Bidang agama
b.    Bidang sastra
c.     Bidang sosial
d.   Bidang teknologi
e.     Bidang politik
19.  Sikap-sikap yang dapat menjaga keutuhan suatu bangsa sebagai bangsa yang majemuk, antara lain . . .
a.   Sikap adil dan bijak yang harus dilakukan aparat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya
b.    Berjiwa sosial demi kelangsungan hidup kelompoknya atau partainya
c.     Menerapkan aturan hukum secara konsekuen bagi golongan tertentu
d.    Menyelesaikan masalah yang ditugaskan hanya kepada aparat tertentu
e.     Meningkatkan sikap primordial bagi setiap suku bangsa yang ada di Indonesia
20. Kesadaran sosial sangat penting dalam mewujudkan kesinambungan negara dan bangsa karena . . .
a.    Hal ini dapat menambah semangat gotong royong setiap wilayah
b.    Sikap yang demikian dapat memberantas konflik antarkelompok atau golongan
c.   Tanpa adanya kesadaran sosial dari setiap warga masyarakat sulit untuk mewujudkan kesinambungan bangsa
d.    Kesadaran nasional akan memupuk sikap primordial setiap suku bangsa
e.     Kesadaran nasional dapat diwujudkan melalui konsolidasi setiap partai politik
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1.     Apa saja contoh-contoh nyata perubahan sosial ?
a. Perubahan dari masyarakat yang ramah menjadi masyarakat pemarah. Hal ini akibat dari sempitnya pemahaman tentang kehidupan bersama yang memerlukan kerukunan meski di dalam masyarakat itu ada perbedaan-perbedaan etnisitas, kepercayaan religi, kedudukan sosial, tingkat sosial-ekonomi, pandangan politik, ideologi hidup, perbedaan gender, dsb. Ini tugas dari para pemimpin masyarakat dan pemimpin politik agar mengajarkan perlunya ketertiban dalam kehidupan bersama (pluralitas)
b. Perubahan dari masyarakat agraris yang sangat bergantung pada sifat alam, mengikut waktu bagi pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, menjadi masyarakat industrial yang serba berlangsung cepat dan tidak melihat manusia sebagai manusia, tetapi manusia hanya sebagai mesin untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Dalam masyarakat agraris, manusia biasanya hidup rukum dalam suatu masyarakat yang seia-sekata (guyub), sedangkan dalam masyarakat industri sifatnya berubah menjadi individualis.
c. Perubahan dari masyarakat yang terjajah menjadi masyarakat merdeka. Sikap pasif akibat semuanya diatur oleh yang menjajah berubah menjadi aktif dalam memperbaiki kualitas kehidupan
d. Perubahan dari masyarakat industrialis menjadi masyarakat informasi. Kecepatan perubahannya jauh melebihi kecepatan dalam masyarakat industri. Semua tindakannya didasarkan pada informasi yang diperolehnya. Ini kondisi terakhir dalam masyarakat dunia maju, di negara-negara berkembang informasi belum terlalu dihargai, kecuali mereka yang bergerak di tataran internasional. Ini kelemahan bangsa kita dalam menghadapi globalisasi, karena itu sifat bangsa kita akan banyak menentang globalisasi daripada memanfaatkan globalisasi dalam mengubah kualitas kehidupan.
e. Perubahan dari masyarakat tradisional kolot menjadi menjadi masyarakat terpelajar modern. Dalam masyarakat tradisional kolot, nilai-nilai yang dianutnya juga kuno, lambat, belum modern, irrasional, anti perubahan, dsb, yang sangat berbeda dari nilai-nilai modern, super cepat, disiplin (ikut aturan), rasional dan siap berubah kapan saja yang dianut oleh masyarakat modern.
2.    Apa alasan masyarakat mau menerima perubahan ?
a.    Menghadapi masalah-masalah baru
b.    Lingkungan yang berubah
c.     Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada
d.    Timbulnya keinginan untuk mengadakan perbaikan
e.     Kesadaran akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri sehingga berusaha mengadakan perbaikan
f.     Adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat
g.    Banyaknya kesulitan yang dihadapi yang memungkinkan manusia berusaha untuk dapat mengatasinya
h.    Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan adanya keinginan untuk meningkatkan taraf hidup
3.    Gambarkan dan beri contoh bahwa suatu penemuan baru dapat mengakibatkan perubahan dalam bidang-bidang lain !
Dengan ditemukan komputer beserta aplikasi internetnya, maka informasi sangat mudah diperoleh. Maka semua transaksi niaga dapat dilakukan dengan sangat cepat, tidak bergantung lagi pada tempat maupun waktu. Kita dapat membeli barang-barang yang dipasarkan dan dibayar melalui internet, bahkan transfer uang dapat dilakukan dari rumah langsung tanpa harus pergi ke bank. Kita bisa mengambil uang, atau membayar belanjaan di luar negeri dengan kartu kredit atau kartu debet tanpa harus membawa uang dalam saku.
4.    Disintegrasi dapat berwujud pergolakan daerah, aksi protes, demonstrasi, kenakalan remaja dan tindak kriminal. Tuliskan masing-masing dua contohnya !
a.    Pergolakan daerah : Pemberontakan PKI di Madiun, Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
b.    Aksi protes : Mahasiswa menuntut kebebasan akademik kepada rektor, Berbagai kelompok sosial yang memprotes kenaikan BBM
c.     Demonstrasi : Demo buruh untuk meminta kenaikan gaji, Demo mahasiswa tahun 1998 menuntut reformasi
d.    Kenakalan remaja : Tawuran antarsekolah, Narkoba
e.     Kriminal : Perampokan dan juga pembunuhan, Transaksi jual beli narkoba
5.    Apa yang dimaksud dengan kejahatan “kerah putih” (white collar crime) ?
Yaitu adalah kejahatan yang dilakukan para penguasa atau pakar dalam melakukan peranannya. Contohnya : pencucian uang, penipuan perusahaan
6.    Bagaimana cara menanggulangi kenakalan remaja yang sekarang ini cenderung mengarah ke tindak kriminal ?
Dengan banyak diberi pengarahan berupa penyuluhan yang datang ke tiap sekolah, contohnya penyuluhan tentang bahaya narkoba dan tawuran
7.    Jika Anda adalah pengamat politik, bagaimana cara Anda menyikapi para tokoh politik yang cenderung saling berkonflik ?
Seharusnya mereka malu dengan jabatan yang mereka miliki dan mereka juga harus sadar bahwa sebenarnya mereka itu adalah wakil rakyat yang akan dijadikan contoh oleh rakyat. Apabila mereka terus berkonflik, kemungkinan besar rakyat yang mereka pimpin juga akan berkonflik. Jadi jangan salahkan rakyat apabila mereka berkonflik, tapi lihat dulu apakah pemimpinnya juga sudah bebas dari berkonlik apa belum
8.    Jika Anda seorang pejabat yang mempunyai kedudukan, bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah-masalah disintegrasi ?
Membuat peraturan yang lebih ketat dan sanksi yang tegas supaya masyarakat mau mematuhi kembali norma-norma yang berlaku, meluruskan ketidakpahaman antarkelompok yang sedang berkonflik, membina dan mengajak kembali para tokoh masyarakat untuk memberikan contoh yang baik pada masyarakat
9.    Pada masyarakat majemuk, potensi konflik sangat besar. Sikap apa yang harus dikembangkan agar dapat terwujud kesinambungan bangsa dan negara ?
Sikap saling menghargai, gotong royong dan menjunjung tinggi toleransi
10.  Sebagai warga masyarakat yang peduli dengan kedamaian dan ketenteraman, bagaimana pendapat Anda terhadap terjadinya konflik antaretnis di Indonesia ?
Konflik antaretnis di Indonesia disebabkan oleh tidak adanya sikap saling menghargai dan toleransi. Seharusnya tiap etnis di Indonesia bisa hidup damai tanpa konflik apabila antaretnis tersebut memiliki sikap saling menghargai dan toleransi

Tuesday, September 17, 2013

SOSIOLOGI

RINGKASAN MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS X,XI,XII


INTERAKSI SOSIAL

1. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial dalah suatu hubungan social yang dinamis antara orang perorangan, antara individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia.
2. Proses Interaksi Sosial
Interaksi sosial terjadi karena faktor kebutuhan yang timbul dari dalam diri manusia mencakup kebutuhan dasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif, serta naluri untuk hidup berkelompok atau bersama orang lain.
3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Ada 2 syarat terjadinya interaksi sosial:
a.     Kontak sosial, berdasarkan cara komunikasi terbagi menjadi 2: Kontak langsung & Tidak langsung. Sedangkan berdasarkan proses komunikasi dibedakan menjadi 2: Kontak Primer & Kontak Sekunder
b.     Komunikasi, yaitu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang lain yang diwujudkan dengan pembicaraan, gerak gerik, sikap, maupun perasaan tertentu.

4. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
a.     Kerjasama, yaitu bergabungnya sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Meliputi:
1.Bargaining, perjanjian tukar menukar barang dan jasa antar 2 organisasi atu lebih
2. Kooptasi, proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi
3. Koalisi, merupakan kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama
4. Joint Venture, adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu dengan system bagi hasil
5. Kerukunan, mencakup gotong royong dan tolong menolong.
b.     Akomodasi, yaitu usaha untuk menciptakan keseimbangan dalam interaksi antara individu maupun kelompok yang berkaitan dengan pelaksanaan nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Atau usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercapai kestabilan kembali. Akomodasi sebenarnya suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
c.     Asimilasi, merupakan proses social yang ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan yang terdapat diantara individu atau kelompok dan usaha mempertinggi kesatuan tindak, sikap, serta proses mental untuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
d.     Akulturasi, proses penyatuan berbagai unsur kebudayaan asing yang diterima, diolah, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri, sehingga menjadi suatu bentuk kebudayaan baru.
e.     Persaingan, merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antar individu maupun kelompok dalam mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka tanpa menggunakan ancaman dan kekerasan.
f.      Kontravensi, suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertikaian serta ditandai dengan adanya gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang, keraguan terhadap kepribadian, dan perasaan tidak suka yang disembunyikan bahkan kebencian pada seseorang.
g.     Pertentangan, adalah suatu proses sosial yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara menantang pihak lawan melalui ancaman atau kekerasan.
 Bentuk Interaksi  a, b, c, d, adalah interaksi yang bersifat Asosiatif, sedangkan e, f, g, bersifatDisosiatif.
5. Faktor Pendorong Interaksi Sosial
a. Imitasi, yaitu proses peniruan tingkah laku orang lain untuk diterapkan pada seseorang yang meniru tingkah laku tersebut.
b. Sugesti, adalah suatu pendapat, saran, pandangan atau sikap yang diberikan pada seseorang dan diterima tanpa disertai daya kritik.
c. Identifikasi, merupakan suatu kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
d. Simpati, adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.
NILAI & NORMA SOSIAL
Nilai Sosial
Dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik, yang didinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang baik, bernilai atau berharga.
Jenis-jenis Nilai Sosial
Menurut Notonegoro:
1.  Nilai Material: sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat.
2.  Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan melakukan kegiatan sehari-hari
3.  Nilai Spiritual, Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Ciri-ciri Nilai Sosial:
1.     Dipelajari melalui sosialisasi
2.     Disebarkan dari satu individu ke individu yang lain
3.     merupakan hasil interaksi antar warga masyarakat
4.     mempengaruhi perkembangan diri seseorang
5.     pengaruh nilai tersebut berbeda pada setiap anggota masyarakat
6.     berbeda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain
7.     bagian dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya
8.     cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.
Fungsi Nilai Sosial:
1.     Sebagai pelindung
2.     Penunjuk arah dan pemersatu
a.     memberikan alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
b.     mengarahkan masy. Dlm berpikir dan bertingkahlaku
c.     penentu terakhir manusia dlm memenuhi peranannya
d.     sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok
e.     sebagai pengontrol perilaku masyarakat.
3.     Motivator
Norma Sosial
Merupakan ketentuan yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama.
Menurut Robert MZ.Lawang: Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu
Jenis-jenis Norma Sosial:
1.     Cara (usage), bentuk perbuatan yang menonjol dalam hubungan antar individu
2.     Kebiasaan (folkways), merupakan perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama
3.     Tata Kelakuan, merupakan sifat2 yang hidup dalam kelompok yang dilaksanakan sebagai pengawas bagi anggotanya.
4.     Adat Istiadat, merupakan pola perilaku yang diakui sebagai hal yang baik dan dijadikan hokum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.
 Norma Pokok:
1.     Norma Agama
2.     Norma Kelaziman
3.     Norma Kesusilaan
4.     Norma Kesopanan
5.     Norma Hukum
Fungsi Norma Sosial:
1.     Sebagai faktor perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain
2.     sebagai aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilai-nilai social
3.     sebagai unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.
Peranan Nilai & Norma Dalam Proses Sosialisasi:
Memberi bekal pedoman kepada individu atau seseorang agar berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat, sehingga individu dapat hidup dengan baik dalam masyarakat.
SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi:
a. Bruce J Cohen:
Sosialisasi adalah proses dimana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakatnya, untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.
b.  Peter L Berger
Sosialisasi adalah proses pada seorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat
c. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat, dimana dia menjadi anggotanya.
Proses Sosialisasi:
Melalui empat tahap:
1.     Persiapan : anak mulai belajar mengambil peranan orang di sekelilingnya.
2.     Meniru : anak tidak hanya mengetahui pernan yang harus dia jalani, tetapi juga mengetahui peranan yang harus dilakukan orang lain.
3.     Siap Bertindak : Anak dianggap mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat luas
4.     Menerima Norma: Anak telah siap menjalankan peranan sebagai manusia seutuhnya.
Bentuk Sosialisasi:
Berdasarkan prosesnya,
1.     Sosialisasi Primer : Sosialisasi tahap awal yang berlangsung di lingkungan terdekat, seperti Keluarga.
2.     Sosialisasi Sekunder: Sosialisasi tahap selanjutnya yang berlangsung diluar lingkungan keluarga.
Berdasarkan tempat berlangsungnya,
1.     Sosialisasi Formal: berlangsung melalui lembaga-lembaga formal menurut ketentuan yang berlaku
2.     Sosialisasi Informal: berlangsung melalui interaksi secara informal atau kekeluargaan, seperti teman, atau kelompok sosial lain.
Media (Agen) Sosialisasi:
1.     Keluarga
2.     Sekolah
3.     Media Massa
4.     Teman sepermainan
Tujuan sosialisasi:
1.     Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat
2.     Menanamkan nilai-nilai pada seseorang dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat
3.     Mengembangkan kememapuan seseorang untuk berbicara atau berkomunikasi dengan baik
4.     Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan dirinya sesuai dengan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat.
 Dengan sosialisasi diharapkan individu dapat:
1.     Menyesuaikan perilaku yang diharapkan dan dianggap baik oleh masyarakat
2.     Mengenal dirinya dan mengembangkan segala kemampuan dengan lingkungan social
3.     Mampu menjadi anggota masyarakat yang baik
4.     Memperoleh konsep tentang dirinya.
PERILAKU MENYIMPANG & PENGENDALIAN SOSIAL
Pengertian Perilaku Menyimpang:
Adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial.
Robert MZ Lawang: perilaku menyimpang adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial.
Menurut Lemert, Penyimpangan dibedakan menjadi dua:
1.     Penyimpangan primer; dilakukan oleh seseorang secara temporer, dan pelakunya masih dapat diterima secara sosial
2.     Penyimpangan sekunder; penyimpangan yang dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan ciri khas dari pelakunya.
Faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang:
1.     Faktor Internal:
a.     Intelegensi
b.     Kondisi fisik
c.     Kondisi psikis (kejiwaan)
d.     Kepribadian
e.     Usia
f.      Jenis Kelamin
g.     Kedudukan seseorang dalam keluarga
2.     Faktor eksternal
a.     Faktor sosial ekonomi
b.     Kondisi politik
c.     Faktor budaya
d.     Kehidupan rumah tangga
e.     Pendidikan di sekolah
f.      Pergaulan
g.     Media massa
Jenis Perilaku Menyimpang:
1.     Tindak Kejahatan atau Kriminal;spt pembunuhan, perampokan, pencurian, pemalsuan, penganiayaan, pemerkosaan, penculikan, dll.
2.     Penyimpangan seksual; Sodomi, transeksual,masokisme, homoseks, incest, scoptophilia, transvestite, kumpul kebo, necrophilia, perzinahan, pelacuran, dsb.
3.     Pemakaian dan peredaran obat terlarang dan alkoholisme
4.     Penyimpangan gaya hidup: spt arogansi (kesombongan), sikap eksentrik, konsumerisme, dll.
5.     Tawuran atau perkelahian antar pelajar.
Berdasarkan sifatnya, perilaku menyimpang dibedakan menjadi penyimpangan Positif & penyimpanganNegatif.
Berdasarkan jumlah pelakunya, dibedakan menjadi penyimpangan Individu & penyimpangan Kelompok.
Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil sosialisasi Tidak Sempurna:
Tidak semua agen sosialisasi mampu menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga proses sosialisasi juga tidak berhasil baik. Dalam kerangka ini perilaku menyimpang disebabkan oleh proses sosialisasi yang tidak sempurna.
Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang:
Penyimpangan ini dipicu oleh proses sosialisasi dari kelompok atau golongan masyarakat yang memiliki nilai atau kebudayaan menyimpang, seperti kelompok pencopet, penjudi, koruptor, dll.
PENGENDALIAN SOSIAL
Merupakan suatu sistem yang mendidik, mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma-norma social agar kehidupan masyarakat tertib dan teratur.
Fungsi Pengendalian sosial adalah sebagai pencegah dan pereda ketegangan sosial yang diakibatkan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang,
Sifat Pengendalian sosial:
1.     Preventif; dilakukan sebagai pencegahan (sebelum penyimpangan terjadi)
2.     Represif; dilakukan sebagai pereda/penyelesaian (setelah penyimpangan terjadi)
Cara Pengendalian Sosial:
1.     Cara Persuasif; membujuk, menasehati, atau mengajak secara halus.
2.     Koersif; dilakukan dengan kekerasan fisik atau ancaman.
Lembaga Pengendalian sosial:
1.     keluarga
2.     Lembaga Penegak Hukum; pengadilan, kejaksaan, kepolisian..
3.     Lembaga Pendidikan
4.     Lembaga kemasyarakatan; RT, RW, dll
5.     Lembaga Keagamaan
Peran Lembaga Pengendalian Sosial:
1.     Menanamkan norma-norma pada masyarakat
2.     Memberikan sanksi bagi pelaku penyimpangan.
Bentuk Pengendalian sosial:
1.     Gosip
2.     Teguran
3.     Hukuman
4.     Pendidikan
5.     Agama
STRATIFIKASI SOSIAL
Merupakan Pembedaan masyarakat secara bertingkat (vertikal) ke dalam lapisan-lapisan tertentu.
Dasar Stratifikasi:
Adanya sesuatu yang dihargai dan dianggap penting oleh masyarakat tertentu, seperti kekuasaan, kehormatan, kekayaan, pengetahuan, dsb.
Bentuk-bentuk stratifikasi sosial:
1.     Sistem Kasta
2.     Sistem Kelas
Sifat Stratifikasi sosial:
1.     Stratifikasi Terbuka
2.     Stratifikasi Tertutup
Pembagian Stratifikasi sosial:
1. Berdasarkan kriteria Ekonomi, hal-hal yang menentukan:
    a. Jenis aktifitas                                e. Tipe tempat tinggal
    b. Ekonomi                                        f.  jenis rekreasi
    c. Jenis pendapatan                         g. jabatan dlm organisasi
    d. Tingkat Pendidikan
2. Berdasarkan kriteria sosial, dilihat dari status/kedudukan
    seseorang dalam masyarakat.
    Status dibedakan menjadi dua: Status Obyektif dan Status
    Subyektif
    Status juga dapat dibedakan menurut cara memperolehnya:
    a. Ascribed Status: Status yang diperoleh secara otomatis,
       spt jenis kelamin dan kebangsawanan.
    b. Achieved Status: Status yang diperoleh karena kerja
        keras dan prestasi
    c. Assigned Status: Status yang diperoleh karena   
        penghargaan
  
DIFERENSIASI SOSIAL
Merupakan pembedaan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok secara horizontal.
Diferensiasi sosial meliputi:
a.        Diferensiasi berdasarkan Ras
b.       Diferensiasi berdasarkan Suku Bangsa
c.        Diferensiasi berdasarkan Agama
d.       Diferensiasi berdasarkan jenis kelamin
e.        Diferensiasi berdasarkan Klan/Marga
f.         Diferensiasi berdasarkan profesi
KONFLIK SOSIAL
Merupakan suatu proses dimana dua orang atau kelompok berusaha untuk saling menyingkirkan/melenyapkan dan atau membuat orang lain tidak berdaya.
Faktor Penyebab Konflik Sosial:
1.        Perbedaan kepribadian
2.        Perbedaan pendirian
3.        Perbedaan kepentingan
4.        Perubahan sosial
Bentuk-bentuk Konflik:
1.        Konflik antar pribadi
2.        Konflik antar kelas sosial
3.        Konflik Rasial/antar suku/etnis
4.        Konflik Politik
5.        Konflik Internasional
Akibat Konflik:
1.        Bertambah kuatnya rasa solidaritas antar anggota
2.        Timbulnya keretakan kesatuan kelompok
3.        Terjadi huru hara
4.        Terjadi pergeseran/perubahan nilai budaya
5.        Terganggunya ketertiban dalam masyarakat
Penyelesaian konflik:
Dikenal dengan istilah Akomodasi, yang meliputi:
1.        Koersi; bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan paksaan. Salah satu pihak berada dalam kondisi yang lebih lemah dibandingkan dengan pihak lawan. Koersi dapat bersifat fisik maupun psikis.
2.        kompromi; masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian bersama.
3.        Arbritase; Cara mencapai kompromi dengan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi dari pihak yang bertikai.
4.        Mediasi; Cara menyelesaikan konflik dengan meminta bantuan pihak ketiga yang bersikap netral dan bertindak sebagai penasihat tanpa memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.
5.        Konsiliasi; Usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.
6.        Toleransi; Bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal dalam wujud saling menghargai, menghormati, dan tidak saling curiga.
7.        Stalemate; Masing-masing pihak yang terlibat konflik karena kekuatannya seimbang, terhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan
8.        Ajudikasi: Bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan.
INTERSEKSI
Merupakan persilangan keanggotaan warga masyarakat dalam suatu kelompok sosial. Persilangan terjadi antar suku, agama, ras, dll.
KONSOLIDASI
Merupakan penguatan keanggotaan warga masyarakat dalam suatu kelompok sosial, meliputi kesatuan atau perhimpunan dalam suku, agama, dll.
Interseksi dan konsolidasi memiliki pengaruh yang cukup besar untuk mendorong terciptanya Integrasi Sosial. Integrasi sosial adalah Penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat sehingga menjadi satu kebulatan yang utuh.
MOBILITAS SOSIAL
Merupakan perpindahan seseorang/kelompok dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lain.
Jenis Mobilitas:
1. Mobilitas Vertikal; pergerakan/perpindahan
    individu/kelompok dari satu lapisan ke lapisan lain yang
    tidak setingkat. Dibedakan menjadi dua:
a.  Mobilitas Sosial Naik (Sosial Climbing)
b. Mobilitas sosial Turun (Social Sinking)
2. Mobilitas Horizontal; perpindahan individu/kelompok dari
    satu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang
    sederajat.
Selain itu mobilitas juga dibedakan menjadi:
1.        Mobilitas Antargenerasi; mobilitas yang terjadi antar 2 generasi atau lebih. Mis. Kakek, ayah, Anak.
2.        Mobilitas Intragenerasi; mobilitas yang terjadi dalam satu generasi. Mis. Kakak, adik.
Faktor Pendorong Mobilitas:
1.        Faktor Status Sosial
2.        Faktor Ekonomi
3.        Faktor Situasi Politik
4.        Faktor Kependudukan
5.        Keinginan untuk melihat daerah lain
Faktor Penghambat Mobilitas:
1.        Perbedaan Ras dan Agama
2.        Terjadinya diskriminasi kelas
3.        Pengaruh sosialisasi yang kuat
4.        Kemiskinan
5.        Perbedaan jenis kelamin
Cara Mobilitas:
1.        Perubahan Standar hidup
2.        Perubahan tempat tinggal
3.        Perubahan Tingkah laku
4.        Perubahan nama
5.        Perkawinan
6.        Bergabung dengan organisasi tertentu
Saluran Mobilitas:
1.        Organisasi pemerintahan
2.        Angkatan Bersenjata
3.        Lembaga Keagamaan
4.        Organisasi Politik
5.        Lembaga Pendidikan
6.        Lembaga Ekonomi
7.        Organisasi Keahlian, dsb.
KELOMPOK SOSIAL
Merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama.
Kriteria kelompok sosial:
1.        Setiap anggota kelompok menyadari bahwa ia merupakan bagian dari keompok yang bersangkutan
2.        ada hubungan timbal balik antar anggota kelompok
3.        ada faktor yang dimiliki bersama yang menjadi pengikat atau pemersatu
4.        berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku
5.        bersistem dan berproses
Faktor yang mendasari terbentuknya kelompok sosial adalah kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang selalu ingin hidup bersama orang lain.
Proses terbentuknya kelompok
Kelompok terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berkerumun, selanjutnya berkelompok karena memiliki ikatan persamaan kepentingan, nasib, persepsi, tujuan, atau profesi. Dalam kelompok terjadi interkasi dan bersepakat mengenai norma-norma yang mereka buat sendiri.
Fase perkembangan kelompok:
1.        Fase terbentuk
2.        Fase tersusun
3.        Fase terfokus
4.        Fase dewasa
 Bentuk-bentuk kelompok:
1. Kelompok teratur, terdiri dari:
    a. In Group dan Out Group
    b. Primary Group dan Secondary Group
    c. Gemeinschaft (Paguyuban) & Gesselschaft (patembayan)
2. Kelompok tidak teratur
    a. Kerumunan (Crowd)
    b. Publik

MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Merupakan suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari beraneka ragam kebudayaan.
Ciri-ciri Masyarakat Multikultural:
1.        Terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok yang satu sama lain memiliki sub kebudayaan berbeda
2.        Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam beberapa lembaga non komplementer
3.        Kurang mengembangkan consensus terhadap nilai yang bersifat dasar
4.        Relatif sering mengalami konflik
5.        Integrasi sosial
6.        Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok tertentu terhadap kelompok yang lain
Sebab terjadinya masyarakat multikultural:
1.        Perbedaan struktur geologi
2.        Posisi Silang/Strategis
3.        Bentuk wilayah yang terpecah-pecah
4.        Sejarah
5.        Akumulasi Budaya
Permasalahan dalam masyarakat multikultural:
1.        Konflik antarsuku
2.        Konflik antaragama
3.        konflik antargolongan
4.        Konflik vertikal
5.        Lunturnya identitas budaya Indonesia
Perilaku dalam masyarakat multikultural:
Multikulturalisme dan perubahan kebudayaan erat kaitannya dengan sikap toleransi dan empati sosial. Toleransi dan empati mendorong terjadinya komunikasi dalam masyarakat. Toleransi akan mengurangi pertentangan dan empati akan menimbulkan sikap saling merasakan perasaan orang lain.
PERUBAHAN SOSIAL
Merupakan semua bentuk perubahan yang terjadi dalam masyarakat dalm bentuk struktur sosial, lembaga-lembaga sosial, system sosial, dan berbagai aktifitas sosial masyarakat.
Bentuk Perubahan Sosial:
Berdasarkan kecepatannya,
1.        Evolusi
2.        Revolusi
Berdasarkan prosesnya:
1.        Perubahan yang bersifat Periodik
2.        Perubahan yang bersifat non periodic
Berdasarkan perencanaan:
1.        Perubahan terencana
2.        Perubahan tidak terrencana
Faktor Penyebab Perubahan Sosial:
1. Faktor internal:
    a. Bertambah dan berkurangnya penduduk
    b. Penemuan baru
    c. Pertentangan dalam masyarakat
    d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
2. Faktor Eksternal:
    a. Bencana alam
    b. Peperangan
    c. Pengaruh kebudayaan lain
 Faktor Pendorong perubahan sosial:
1.        kontak dengan kebudayaan lain
2.        system pendidikan formal yang maju
3.        sikap menghargai hasil karya orang lain
4.        system terbuka dalam lapisan masyarakat
5.        penduduk yang heterogen
6.        ketidakpuasan masyarakat pada bidang kehidupan tertentu
7.        orientasi ke masa depan
8.        toleransi terhadap hal yang menyimpang
Faktor penghambat perubahan sosial:
1.        Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2.        Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3.        sikap masyarakat yang tradisional
4.        adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat
5.        rasa takut terjadinya kegiyahan pada integrasi sosial
6.        prasangka terhadap hal-hal yang baru dan asing
7.        hambatan yang bersifat ideologis
8.        adapt atau kebiasaan
Dampak Positif perubahan sosial:
1.        Demokratisasi
2.        Globalisasi
3.        Modernisasi
Dampak Negatif:
1.        Westernisasi
2.        Sekularisme
3.        Konsumerisme
4.        Hedonisme
LEMBAGA SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto:
Adalah kumpulan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
Major Polak:
Merupakan suatu kompleksitas atau system peraturan dan adapt istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.
Ciri-ciri lembaga sosial menurut Gillin & Gillin:
1.        mempunyai tingkat kekelan tertentu
2.        mempunyai tujuan
3.        mempunyai perangkat untuk mencapai tujuan
4.        mempunayi lambing atau symbol
5.        mempunyai tradisi tertulis dan tidak tertulis
6.        berbentuk organisasi pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktifitas masyarakat.
Tipe-tipe Lembaga Sosial:
1. Berdasarkan perkembangannya:
    a. Crescive institutions. Lembaga yang tidak sengaja tumbuh
       dari adapt istiadat masyarakat
    b. Enacted institutions. Lembaga yang sengaja dibentuk
        untuk kepentingan tertentu
2. Berdasarkan sistem nilai yang diterima masyarakat:
    a. Basic Institutions. Lembaga yang digunakan untuk
       mempertahankan dan memelihara tata tertib dalam
       masyarakat
    b. Subsidiary Institutions. Lembaga sosial yang berkaitan
       dengan hal-hal yang kurang penting.
3. Dari segi penerimaan masyarakat
    a. Social sanctioned institutions. Lembaga yang diterima
       masyarakat. spt; sekolah, perusahaan, perbankan dan
       koperasi
    b. Unsanctioned Institutions. Lembaga yang ditolak  
        masyarakat, spt; perjudian, perampokan, dll
4. Dari faktor penyebarannya
    a. General Institutions. Lembaga yang dikenal oleh hampir
       seluruh masyarakat di dunia. Spt; agama, IPTEK
    b. Restricted Institutions. Lembaga yang dianut oleh
        masyarakat tertentu. Spt; agama Islam, Kristen, Hindu, dll
5. Dari sudut fungsinya:
    a. Operative Institutions. Lembaga yang berfungsi
        menghimpun tata cara yang diperlukan untuk mencapai
        tujuan lembaga. Spt; Lembaga industri
    b. Regulative Institutions. Lembaga yang bertujuan
        mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak
        menjadi bagian mutlak dari lembaga itu sendiri. Contoh;
        Lembaga Hukum
Fungsi Lembaga Sosial:
1.        Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana seharusnya bertingkah laku
2.        Menjaga keutuhan masyarakat
3.        Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial
Lembaga sosial juga memiliki fungsi:
1.       Manifes (Nyata)
2.       Latent ( Terselubung)
Lembaga Sosial yang ada dalam masyarakat:
1. Lembaga/pranata Keluarga.
    Merupakan kesatuan kelompok terkecil dalam masyarakat.
    Memiliki fungsi Nyata:
a.        Biologis/Reproduksi. Mengatur hubungan seksual untuk memperoleh keturunan
b.       Edukasi. Mengatur tanggungjawab untuk merawat dan mendidik anak
c.        Sosial. Mengatur hubungan kekeluargaan dan kekerabatan
d.       Afeksi. Mencurahkan kasih saying kepada anggota keluarga yang lain.
Fungsi Tersembunyi:
a.        Ekonomi. Mengatur dan memenuhi kebutuhan rumah tangga
b.       Pengendali sosial dari tindakan menyimpang
c.        Pewarisan gelar dan marga
d.       Proteksi. Melindungi anggota keluarga
2. Lembaga/Pranata Ekonomi
Adalah bagian dari pranata sosial yang bertalian dengan pengaturan bidang ekonomi, seperti masalah produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa.
3. Lembaga/Pranata Politik
Merupakan institusi atau pranata yang mempunyai kegiatan dalam suatu Negara yang berkaitan dengan proses untuk menentukan dan melaksanakan tujuan Negara.
Fungsi pranata politik:
a.        Memelihara ketertiban dalam wilayahnya
b.       Menjaga keamanan dari berbagai ancaman dan serangan pihak luar
c.        Melaksanakan kesejahteraan umum, menyelenggarakan perencanaan dan pelayanan pemenuhan kebutuhan publik.
4. Lembaga/Pranata Pendidikan
Fungsi Nyata:
a.        Mempersiapkan anggota masyarakat dalam mencari nafkah
b.       Mengembangkan bakat/potensi yang dimiliki seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
c.        Melestarikan kebudayaan dengan mewariskan kepada generasi berikutnya
d.       Melatih keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki seseorang.
Fungsi Latent/tersembunyi:
a.        Menunda kedewasaan anak
b.       Menjadi saluran mobilitas sosial
c.        Memelihara integrasi dalam masyarakat
 5. Lembaga/Pranata Agama
Kedudukan agama terletak padfa ajaran yang dipandang sacral oleh pemeluknya. Melalui wahyu atau kitab suci memberi petunjuk kepada manusia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
Unsur-unsur Agama:
c.        Kepercayaan
d.       Symbol agama
e.        Praktek keagamaan
f.         Ummat beragama
g.       Pengalaman beragama
Fungsi Agama:
1.        Berfungsi sebagai petunjuk untuk mengatasi segala kesulitan yang diakibatkan oleh ketidakpastian dan keterbatasan manusia
2.        Sebagai pengukuhan nilai-nilai yang bersumber pada kerangka acuan sakral sehingga norma dan sanksinya pun sakral
3.        Menciptakan suatu ikatan bersama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat
4.        fungsi sosialisasi individu dalam mengenal nilai dan norma yang dianutnya.
PENELITIAN SOSIAL
Langkah-langkah Penelitian Sosial:
1. Menyusun Rancangan Penelitian
    a. Perumusan masalah    
    b. Memilih objek penelitian
    c. Melakukan studi pendahuluan
    d. Merumuskan anggapan dasar/hipotesis
    e. Memilih metode penelitian
2. Pelaksanaan Penelitian
    a. Mengumpulkan data
        Data Kualitatif, yaitu data yang bukan berupa angka
        Data kuantitatif, data yang berupa angka
        Data Primer, data yang diperoleh langsung dari objek 
                              Penelitian
        Data Sekunder, data yang diperoleh secara tidak langsung
        misalnya melalui studi kepustakaan, dokumen resmi,
        atau media lain.
    b. Analisis Data
    c. Menarik Kesimpulan
3. Pembuatan Laporan Penelitian
Komponen Dalam Rancangan Penelitian:
1. Topik dan Judul Penelitian
    Hal yang harus diperhatikan dalam memilih judul:
    a. Singkat, padat, dan jelas
    b. Bersifat aktual
    c. Menarik untuk diteliti
    d. Bermanfaat
    e. Bersifat Realistis
2. Latar Belakang Masalah
    Alasan yang melatarbelakangi pemilihan tema atau topik
    Penelitian
3. Rumusan Masalah dan Hipotesis
    Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
4. Landasan Teori
    Merupakan paparan teori yang digunakan dalam
    permasalahan penelitian. Dikenal juga dengan istilah studi
    kepustakaan/tinjauan pustaka.
5. Definisi Konsep dan Definisi Operasional
    Definisi Konsep merupakan definisi variabel-variabel yang
    akan diteliti
    Definisi Operasional merupakan bagian atau sub-sub dari
    Definisi konsep.
6. Populasi dan Sampel
    Populasi adalah Objek penelitian secara keseluruhan
    Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan
    teknik tertentu.
   
  Teknik Menentukan Sampel:
    a. Purposive sampling, tehnik pengambilan sampel yang
       didasarkan pada tujuan tertentu
    b. Proporsional Sampling, sampel yang dipilih bersifat
       representatif atau mewakili gambaran yang ada pada
       populasi
    c. Snowball sampling, tehnik penetapan sample yang jumlah
       sampelnya berkembang dari sedikit menjadi semakin banyak.
d.Random sampling, tehnik menentukan sample secara acak
e.  Stratified Random sampling, pengembangan dari tehnik random, tetapi sudah mempertimbangankan tingkatan/strata yang ada dalam populasi
f.   Ordinal Random sampling. Pengambilan sample secara ordinal atau mengambil perwakilan dari populasi dengan interval tertentu.
g. Area Random sampling, tehnik yang digunakan apabila populasinya tersebar secara tidak menentu pada banyak wilayah.
Tehnik Pengumpulan Data:
1. Tehnik angket/kuisioner
2. Tehnik wawancara/interview
3. Tehnik Observasi
4. Tehnik Studi Kepustakaan
5. tehnik Analisis Media Massa
Penyajian Data Penelitian:
1. Inventarisasi dan Pengeditan Data (Editing)
    a. memeriksa kembali lembar  pertanyaan
    b. memeriksa kelengkapan identitas responden
    c. memeriksa lembar jawaban responden
2. Memberi Kode (Coding)
    Mengklasifikasikan jawaban responden sehingga mudah diolah
    Menurut kode-kode tertentu
3. Klasifikasi
    Pengelompokan data sesuai dengan karakteristiknya masing-
    Masing
4. Tabulasi Data
    Pengolahan data dengan cara memasukkan kedalam table.
    a. Tabulasi langsung
    b. Lembaran Kode (Code sheet)
    c. Tabulasi Frekuensi
    d. Tabulasi silang
Pengolahan Data Penelitian:
1. Pengolahan data Statistik
    a. Distribusi Frekuensi
    b. Ukuran Pemusatan (Tendensi Sentral)
        - Mean (Rerata)
        - Modus (Nilai yang paling sering muncul)
        - Median (Nilai tengah)
    c. Mengukur derajat hubungan antar variable (Korelasi)
2. Pengolahan Data non Statistik
    a. Reduksi Data, mengkategorikan data hasil penelitian ke dalam
       beberapa pola atau kategori
    b. Penyajian Data, data disjaikan ke dalam matriks sesuai
       dengan pola atau kategori yang telah ditentukan sebelumnya.
    c. Penarikan Kesimpulan
Jenis Korelasi data:
1. Hubungan Simetris
2. Hubungan Timbal Balik
3. Hubungan Asimetris.